Penyebab Penghasilan Grabbike Menurun, Simak!

Platform Grabbike adalah platform penyedia layanan transportasi on-demand dan pembayaran via mobile. Platform ini telah melayani Indonesia sejak tahun 2014 dan sampai saat ini. Grab telah berupaya berkontribusi dalam industri transportasi Tanah Air dengan melakukan kerja sama dengan pihak pemerintah dalam upaya mengatasi berbagai tantangan-tantangan transportasi dan keuangan konsumen di wilayah Indonesia. Artikel kali ini adalah tentang penghasilan grabbike menurun, penyebab dan cara mengatasinya.

Penyebab penghasilan grabbike menurun

Grab yang berencana untuk mengembangkan platform nya itu tetap memiliki hambatan tersendiri yang dialami. Salah satunya adalah dalam hal persaingan dengan platform lain. Akan tetapi selain berkaitan dengan persaingan aplikasi, sistem penggunaan dan pelayanan juga berpengaruh besar dalam hal ini.  Jika dalam hal ini akan dibahas mengenai Aplikasi Grab. Dalam pertanyaan “mengapa penghasilan Grabbike menurun ?” Kok bisa ya ? Kali ini akan dibahas beberapa alasan mengapa penghasilan Grabbike bisa menurun.

Alasan penghasilan grabbike menurun

1. Yang pertama adalah faktor pengguna grabbike yang menurun

Alasan-alasan pengguna GRABBIKE menurun

  • Rating Bintang Kurang Maksimal

Sebagai mitra Grab, Anda akan memperoleh beberapa rating antara 1 sampai 5 bintang dari penumpang jasa Anda setelah perjalanan telah selesai. Dari rating bintang ini akan membantu semua pengguna dan mitra Grab dalam hal kualitas pelayanan. Anda pengguna jasa bike juga bisa mengukur tingkat kepuasan yang Anda dapat dari mitra. Rating bintang yang baik ada di angka 4.8 dalam rata-rata. Akan tetapi banyak mitra yang menyelewengkan hal tersebut dan malah berujung dengan pendapatan rating yang buruk.

Baca juga:

Selain itu ada juga pelanggan mitra yang pelanggan tersebut lupa untuk memberikan bintang Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap pengguna Grabbike. Jika pelayanan yang didapatkan penumpang tak sesuai dengan harapan mereka, otomatis rating yang mereka dapat akan buruk. Dan jika mereka (para driver) pada story yang sebelum-sebelumnya mendapatkan rating yang buruk atau banyak mendapatkan rating yang kurang dari incaran rata-rata Grab. Para driver grab dapat dipecat.

  • Tingkat kepercayaan pengguna jasa terhadap driver

Sebagai pengguna jasa Grab pasti akan mendapatkan stigma yang berbeda-beda mengenai jasa yang sudah didapatkan. Kejanggalan-kejanggalan atau pengalaman yang sudah didapatkan oleh Anda sebagai penerima jasa juga sangat berpengaruh di dalam hal ini. Di era sekarang juga media sosial sudah mudah untuk diakses dan apapun bisa menjadi viral atau terkenal.

Semisal terdapat satu video suatu kejadian yang memperburuk suatu platform dan itu menjadi viral di dunia maya, seperti misalnya pengguna penerima jasa marah-marah karena kurangnya pelayanan dan itu di sebar luaskan di media sosial hal itu bisa membekas di pikiran para pengguna dan beralih ke platform lain. Di sisi lain kepercayaan juga dapat berdasarkan dengan rating yang didapat oleh para driver oleh pelanggan-pelanggan yang sebelumnya.

  • Persaingan Platform

Hal ini jika dibicarakan lebih dalam juga sangat berpengaruh dalam penggunaan. Saat ini banyak platform aplikasi yang sama dan bertujuan untuk memberikan layanan yang terbaik bagi pengguna nya. Jika dibandingkan dengan platform lain seperti GO-JEK , Uber, GoCar, dan yang lainnya juga mempunyai keunggulan tersendiri dan kelemahan tersendiri . Hanya saja  bagaimana hubungan pengguna,mitra,dan penyedia layanan yang harus ditingkatkan. Go-Jek Banyaknya persaingan platform juga berpengaruh dalam hal ini. Tingkat kesulitan dalam menggunakan aplikasi platform juga dipertimbangkan oleh pengguna jasa. Oleh karena itu para penyedia layanan berlomba-lomba untuk meminimalisir agar tidak ribet dalam penggunaan aplikasi yang telah dibuat oleh perusahaan itu.

  • Pendapatan jumlah penumpang

Sekarang ini banyak driver yang mengeluh akibat pendapatan sebagai driver Grab menurun. Hal ini tentunya memiliki beberapa alasan mengapa penghasilan driver Grab menurun. Dahulu driver grab bisa meraup pendapatan sampai Rp.500.000 dalam satu hari akan tetapi di tahun ini tidak seberuntung tahun dulu karena beberapa alasan.

Beberapa alasan mengapa penghasilan Grabbike menurun mungkin disebabkan karena di setiap harinya semakin banyak jumlah driver Grab, oleh karena itu orderan otomatis akan berkurang jika Mitra bertambah karena pelanggan sudah diambil oleh driver yang lain. Berbeda dengan sebelumnya pada saat jumlah driver Grabbike belum terlalu banyak. Persaingan dengan driver lain saat ini membuat para driver sulit untuk mendapatkan uang dengan melampaui target mereka. Maka dari itu penumpang dengan driver adalah hal yang saling berkaitan erat satu sama lain.

2. Yang selanjutnya adalah karena bonus dan penurunan tarif oleh perusahaan

  • Insentif dan Bonus

Faktor lain yang menjadi penyebab turunnya penghasilan Grabbike itu sendiri adalah dari skema Insentif yang dibuat oleh penyedia layanan Grab yang berubah-ubah. Dibandingkan dengan bonus dan insentif dari yang sebelum-sebelumnya, yang terbaru ini mengalami penurunan pada jaminan argo. Dan hal ini berpengaruh terhadap perhitungan unuk insentif bonus harian yang biasanya didapatkan oleh driver gojek.

Insentif ini sangat berpengaruh terhadap penurunan pengguna Grab terutama untuk driver Grab. Selain dari pendapatan yang telah didapat dari penumpangnya langsung, bonus ini menjadi penghasilan tambahan dalam kesehariannya. Akan tetapi di saat-saat ini terbilang sulit untuk mendapatkan  bonus dan insentif tambahan tersebut. Bonus Rp.1000 per tiap penumpang dapat sangat berguna bagi driver karena hal itu tidak terpotong pajak dari aplikasi grab nya sendiri.

  • Penurunan Tarif oleh Penyedia Layanan

Penurunan tarif per kilometer juga dirasakan pengaruhnya oleh seluruh driver Grab. Mitra perusahaan transportasi yang berbasis online (Grab) mengeluh akibat hal tersebut, melalui Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) yang mengeluhkan nilai tarif yang dinilai masih belum dirasa manusiawi, karena mengorbankan para mitra atau driver.  Penyedia layanan pernah mengatakan tarif dasar yang berlaku di lapangan saat ini adalah Rp.1200 – Rp.1800 per kilometer. Hal itu merupakan tarif lama yang tidak manusiawi

Tarif Grab yang sesungguhnya adalah sekitar Rp.1500 per kilometer untuk jarak pendek dan masih dipotong 20 % untuk penyedia layanan dan menjadi sekitar 1200/kilometer yang didapat. Dan untuk jarak panjang  Rp.2000 perkilometer dan masih sama terpotong 20 % untuk penyedia layanan dan menjadi RP. 1600 per kilometernya.  Padahal kata penyedia layanan Grab, mengatakan pada saat penyelenggaraan Asian games 2018 sponsorship yang dilakukannya adalah berupa jerih payah para mitra (driver)

Terus demo?

Kemudian para ojol (Ojek Online) menuntut hal tersebut dan menggelar demo agar GrabBike menaikkan tarif menjadi Rp. 3000. Menanggapi hal tersebut penyedia layanan Grab tidak mengabulkannya. Hal ini juga berpengaruh dalam hal mengapa penggunaan GrabBike menurun.

Diberitahukan sebelumnya demo ini berlangsung di Palembang dan Jakarta sebagai tempat dimana digelarnya ajang pesta Olahraga akbar se-Asia itu. Dilakukan pada saat itu karena mereka (yg ingin melakukan demo) menuntut Grab sebagai salah satu perusahaan transportasi yang menjadi sponsor di event Asian Games 2018 untuk mengembalikan tarif minimal.

Akan tetapi , para driver atau mitra masih membuka kesempatan untuk mediasi kembali dengan pihak penyedia layanan Grab. Di balik dari mediasi ini, driver Grab tetap bekerja namun tidak seperti biasanya yang sangat semangat dan bekerja dengan keras. Mungkin ada juga yang tadinya menggunakan  Grab sebagai pekerjaan tetap berubah menjadi pekerjaan tambahan atau sampingan berkat adanya kebijakan yang baru ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.