4 Alasan Mengapa Pendapatan Driver Gojek Menurun, Driver Musti Paham!

Pendapatan driver Gojek menurun adalah fenomena yang akhir-akhir ini sedang dikeluhkan oleh sebagian besar mitra. Sebagai salah satu perusahaan ojek online terkemuka di Indonesia, Gojek memiliki puluhan ribu mitra driver di berbagai wilayah di Indonesia.

Apabila Anda adalah mitra pengemudi Gojek yang sudah cukup lama bergabung, maka sudah cukup lama menyadari adanya fenomena pendapatan driver Gojek menurun. Hal ini bisa dibuktikan dengan semakin sulitnya mencari orderan.

Tidak perlu jauh-jauh mencapai target poin bonus, mendapatkan satu orderan saja bahkan bisa sampai berjam-jam. Beda dengan dulu, yang mendapatkan 10 orderan per hari adalah perkara sangat mudah.

Setelah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, ternyata ada beberapa faktor utama yang membuat pendapatan driver Gojek menurun. Cari tahu ulasan selengkapnya dibawah ini.

  1. Banyaknya Promo Untuk Menarik Hati Konsumen

Seiring berjalannya waktu, jumlah perusahaan ojek online di Indonesia semakin banyak saja. Perusahaan-perusahaan transportasi online kian menjamur, yang sama-sama ingin memberikan tumpangan kepada masyarakat dengan cara yang mudah dan simpel.

Selain Gojek, beberapa perusahaan lain yang menawarkan layanan transportasi online adalah Blu-Jek, Grab, Uber, Bonceng, dan masih banyak lagi. Tahukah Anda apa efek dari semakin banyaknya perusahaan ojek online di Indonesia?

Ternyata bisa membuat pendapatan driver Gojek menurun. Lho kok bisa? Sebab, persaingan ketat diantara perusahaan ojek online membuat mereka harus mengeluarkan promo-promo menarik, agar tidak kehilangan konsumen setia.

Jadi wajar, apabila kode promo Grab, Uber dan lain sebagainya semakin sering digembor-gemborkan. Baik itu di TV, YouTube maupun di reklame-reklame yang tersebar di berbagai lokasi.

Tidak mau kalah dari kompetitornya, Gojek juga mempunyai promo khusus untuk konsumen setia. Promo itu adalah promo rush hour yang berlaku di jam-jam sibuk, mulai 4 sore – 7 malam.

Selama promo rush hour, Gojek hanya mengenakan tarif kepada konsumen sebesar Rp. 15.000 per 6 KM. Setelah lebih dari 6 KM, penumpang dikenakan biaya Rp. 2.500 per kilometer.

Saking banyaknya calon konsumen yang tertarik dengan promo rush hour, maka tidak heran apabila server Gojek seringkali mengalami overload dan berakhir eror. Dari sini pula, pendapatan driver Gojek menurun.

Dari kejadian ini, seharusnya pihak manajemen segera menyelidiki dan memperbaiki masalah yang ada. Tidak hanya merugikan mitra pengemudi, server overload juga merugikan calon penumpang. Apakah Anda sudah mengalami hal ini?

  1. Jumlah Driver Gojek Yang Semakin Meningkat

Iming-iming pendapatan Gojek per bulan yang menggiurkan dan skema bonus yang menjanjikan, ini membuat banyak orang merasa tertarik untuk bergabung menjadi keluarga Gojek. Akibatnya, jumlah driver Gojek yang semakin membludak. Di setiap sudut kota Jakarta Anda pasti bisa dengan mudah menemukan sopir Gojek.

Dengan semakin banyaknya driver Gojek, potensi untuk mendapatkan orderan kian sempit. Belum lagi Anda juga harus bersaing dengan driver Grab, Uber, Blu-Jek dan lain-lain. Mendapatkan orderan yang beruntun, rasanya sudah cukup sulit.

Jika dahulu driver Gojek bisa bersantai dan target 10 penumpang mudah untuk didapat, maka sekarang jangan harap seperti itu. Usaha Anda harus lebih keras, karena persaingan mencari orderan juga semakin ketat.

Sebenarnya ini adalah sesuatu yang sangat wajar. Karena semakin banyak toko yang berjejer di satu jalan sama, maka jumlah pembelinya juga pasti menurun.

Jika kondisi seperti itu dibiarkan saja, maka tidak heran apabila pendapatan driver Gojek menurun dalam waktu yang lama. Untuk mengatasi problematika ini, pihak Gojek mungkin bisa mengambil keputusan untuk menutup lowongan kerja sebagai mitra driver.

Tujuannya adalah agar penghasilan driver Gojek bisa tetap stabil dan syukur-syukur semakin meningkat. Dengan demikian, semangat memberikan pelayanan terbaik kepada calon penumpang tetap terjaga.

  1. Bonus Yang Semakin Sulit Didapat

Seperti yang diketahui bersama, apabila untuk mendapatkan poin bonus Gojek seorang mitra driver harus memiliki performa kinerja minimal 55%. Jika kurang dari itu, maka pupus sudah harapan sopir Gojek untuk mendapatkan bonus.

Tahukah Anda, ternyata bonus yang semakin susah diperoleh juga bisa membuat pendapatan driver Gojek menurun. Sistem performa Gojek yang seringkali berubah-ubah, dirasa memberatkan mitra pengemudi. Sebab, performa driver bisa dengan mudah turun secara drastis dan sulit sekali untuk menaikkan.

Jelas ini adalah kerugian, karena tidak sedikit calon penumpang yang tiba-tiba cancel orde. Apalagi belakangan ini banyak sekali terjadi orderan fiktif. Orderan fiktif menjadi momok yang sangat merugikan pengemudi Gojek, baik dari segi rating dan waktu.

Ketika ada order fiktif, driver menjadi super bingung. Jika driver melakukan cancel order, itu bisa mempengaruhi performa kinerja mereka. Namun jika ditunggu, maka penumpang tidak kunjung datang.

Untuk menghadapi orderan fiktif, Anda bisa mencoba beberapa tips jitu yang sudah saya bahas dipostingan .

  1. Aplikasi Gojek Yang Selalu Update

penghasilan sopir Gojek

Faktor terakhir yang bisa mempengaruhi pendapatan driver Gojek menurun adalah aplikasi Gojek yang terlalu sering mengalami pembaruan. Mungkin bagi driver muda yang sudah terbiasa mengoperasikan hp android tidak masalah, walaupun fitur, tampilan dan tombol pesanan otomatis berubah.

Masalahnya adalah jika driver Gojek itu sudah berumur dan belum begitu mahir memakai hp android. Pada akhirnya, sopir Gojek menjadi bingung ingin mencet tombol mana ketika ada orderan masuk.

Orderan yang seharusnya menjadi milik dia, terpaksa harus cancel karena calon penumpang menunggu terlalu lama.

Demikianlah ulasan singkat saya kali ini tentang 4 faktor yang bisa membuat pendapatan driver Gojek menurun. Semoga bisa bermanfaat untuk Anda semua, jangan lupa bantu share artikel ini ke sosial media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.