Mogok Saat Naik Ojol, Penumpang Kabur atau Dampingi?

By | 27 November 2019

Mogok Saat Naik Ojol, Pilih Kabur atau Dampingi?

Musibah datang tanpa diduga. Tak ada satu pun dari kita yang ingin mengalami hal buruk. Akan tetapi, malang tak dapat kita tolak. Terkadang, ada saja hal-hal mengganggu yang terjadi dalam hidup kita. Salah satu contohnya adalah musibah yang terjadi saat kita sedang berada di perjalanan.

Bukan tak mungkin, saat kita sedang berkendara di jalan, mobil atau sepeda motor yang kita kendarai mendadak mogok. Hal ini mungkin sudah pernah dialami sebagian orang, setidaknya beberapa kali dalam hidupnya.

Nah, bagaimana jika kita harus mengalami mogok saat sedang diantar oleh ojek online? Apa yang harus kita lakukan?

 

PASTIKAN PENYEBAB MOGOK

Saat mogok terjadi, kita perlu aktif mencari tahu alasan mengapa kendaraan tak lagi mau berjalan. Jika penyebab kendaraan mogok sepele, seperti kehabisan bahan bakar, cari tahu pula apakah terdapat pom bensin di sekitar lokasi.


Masalah yang lebih berat bisa saja dialami jika sedang apes-apesnya. Misalnya saja ban bocor sehingga kendaraan tak layak dipakai, aki kendaraan mengadat, atau bahkan hal-hal rumit lainnya yang tak dimengerti orang awam.

 

BERTAHAN ATAU PERGI?

Topik utama kita berputar pada dua pilihan: pilih kabur atau dampingi? Tentunya kita harus menimbang dengan cermat waktu dan tujuan perjalanan kita. Bukannya bermaksud jahat, tetapi saat kita sedang diburu waktu, sempatkah kita menemani sang ojek mengatasi masalah kendaraannya?

Andaikan kita memilih pergi, komunikasikan hal tersebut dengan jelas. Jangan marah-marah kepada driver. Ingat, bukan dia juga yang ingin kendaraannya bermasalah. Bisa saja mood ojol jadi buruk karena kendaraan mogok. Tak perlulah kita tambah-tambahkan dengan sumpah serapah.

Jangan takut dengan nasib reputasi sang ojol di aplikasi. Jika kesepakatan dicapai kedua belah pihak, ojol dapat menekan tombol perjalanan selesai. Sementara itu, di telepon genggammu, lebih baik kita tidak memberikan bintang satu.


Meskipun kurang puas, selama pelayanan dari ojol baik (abaikan kejadian mogok), berikan bintang sewajarnya. Bintang satu yang kita berikan pada ojol dapat menimbulkan masalah seperti suspend akun ojek.

Untuk masalah pembayaran, baik tunai ataupun non-tunai, pastikan nominal yang kita bayar sesuai dengan sejauh mana kita menempuh perjalanan.

Biasanya, bila ada itikad baik dari ojol, maka urusan bayar-membayar ini lebih mudah diatasi. Contohnya saja, perjalanan belum sampai setengahnya, tiba-tiba kendaraan mogok. Nah, kamu bisa diskusikan apakah hanya membayar untuk separuh perjalanan atau merelakan seluruh biaya untuk sang driver.

Sedang tidak buru-buru dan malah ingin membantu? Tentu saja hal ini jauh lebih baik. Melihat ojol kesulitan, hati nurani kita tergerak. Lantas sebagai seorang penumpang, apa saja yang dapat kita lakukan?


Kita bisa mendampingi ojol tersebut menuju bengkel terdekat. Berbuat kebaikan tak ada salahnya, bukan? Siapa tahu saja masalah yang terjadi tak terlalu sulit diperbaiki sehingga kendaraan bisa dibenarkan dalam waktu yang cepat.

Sembari menunggu kendaraan dibetulkan, kita bisa mengabari kondisi kita pada orang yang akan kita temui. Misalnya, tadinya sudah janjian dengan teman untuk makan-makan. Karena musibah kecil seperti ini, kita bisa kabari bahwa kita butuh waktu lebih lama untuk sampai.

Usai semua sudah beres, kita pun dapat melanjutkan perjalanan lagi. Namun, jika ternyata masalah cukup rumit dan butuh waktu lama, kita bisa memilih mode kabur. Eits, tetapi ingat, jangan asal kabur-kaburan saja, ya. Pastikan driver sudah setuju. Terakhir, beri semangat untuk sang pengemudi ojek!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.