Cara Mengatasi Ban Kempes Saat Darurat, Driver Ojol Wajib Tahu!

By | 9 November 2019

Anda pasti pernah mengalami ban bocor dan kempes saat berkendara

Dengan menggunakan ban tubeless dan ban dalam, anda akan mengalami pengalaman yang berbeda. Ban Tubeless bisa menyimpan angin dalam waktu yang cukup lama sebelum angin kosong (Flat tyre), sementara Ban dalam bisa tiba-tiba angin menjadi kosong seketika saat terjadi kebocoran. Dengan karakteristik ban tersebut, Anda pasti akan mengalami perjalanan yang ban anda kempes di jalan.

Untuk keadaan ini anda dapat terus menjalankan Sepeda motor yang kempes – sambil mencari Tambal ban, misalnya karena kebocoran tersebut terjadi di tengah malam, jauh dari bengkel apalagi berada di hutan, atau di segala medan yang lain dimana tidak ada yang namanya tukang tambal ban.

Jadi tips ini hanya untuk keadaan darurat saja.

Peringatan !!

  • Gunakan Cara ini hanya untuk kebutuhan darurat saja.
  • Jangan menggunakan cara darurat ini dalam waktu yang lama
  • Jangan gunakan ban darurat dengan kecepatan tinggi.

Mari kita bahas apa saja tips dan triknya :

Distribusi berat

Setiap kendaraan baik motor maupun mobil sudah sangat diperhitungkan dalam pembagian berat ke setiap ban. Ban menanggung bobot kendaraan dan bawaan secara merata. Jadi pada dasarnya berat akan terbagi ke setiap ban dari kendaraan tersebut. Pada saat anda terjadi di perkotaan dengan jalan beraspal yang cukup baik. Trik ini bisa dipergunakan. Dan Trik ini hanya bisa digunakan saat kendaraan anda sedang tidak membawa beban. Baik itu penumpang ataupun Barang bawaan.

Baca Artikel tentang Membawa Beban pada Motor

Trik ini hanya mengandalkan distribusi berat ke ban yang masih dalam keadaan normal, agar anda tidak perlu mendorong motor untuk jarak yang jauh menuju Tukang tambal ban.

Berat badan pengendara akan kita gunakan dalam trik ini dengan cara mendistribusikan berat badan anda ke bagian belakang atau depan dari motor anda. Duduklah lebih jauh ke belakang untuk kempes pada ban depan. Dan duduklah lebih mendekat kearah stang untuk kempes pada ban belakang. Jalankan kendaraan dengan sangat pelan dan hati-hati.

Untuk menjaga dari kerusakan ban, usahakan motor anda baik dalam keadaan lurus maupun belok harus dalam keadaan tegak, dan hindari jalan rusak maupun bergelombang. Hal ini dilakukan agar ban tidak terlepas dari velg.

Mengisi dengan benda lunak

Saat anda melakukan Turing jarak jauh maupun kegiatan Offroad. Ban anda beresiko kempes dalam kondisi jauh dari bengkel. Disini solusi terbaik adalah mengganjal rongga ban anda dengan benda lunak seperti rumput dan kain. Dalam solusi ini anda harus memiliki peralatan yang tepat untuk membuka celah antara ban dan velg. Jadi Tool Kit anda diwajibkan cukup lengkap saat melakukan perjalanan jauh dan offroad.

  • Keluarkan Ban luar dari velg nya.
  • Gunakan 3 buah obeng, meniru gaya para tukang tambal ban beraksi.
  • Masukkan bahan lunak tadi dan maksimalkan pengisiannya.
  • Anda bisa korbankan Kaos anda dengan memotong motong kaos anda panjang-panjang seperti tali.
  • Isi secara merata kesetiap rongga dalam ban.
  • Lakukan tanpa melepas ban dari garpu / arm sepeda motor.
  • Kembalikan ban dan velg ke posisi semula.
  • Anda dapat menjalankan motor anda secara darurat. Jangan gunakan untuk kecepatan tinggi, maksimum 40 kpj. Dengan catatan Anda sukses melakukan pengisian secara baik dan merata.
  • Saat sepeda motor dijalankan, saat awal memang ada sedikit gelombang akibat ban yang tidak rata (karena tanpa angin).
  • Berangsur angsur kemudian dalam sekitar 100 meter setelah sepeda motor bergerak lebih cepat, maka putaran ban akan terasa kembali stabil.
  • Namun tentu saja jangan disamakan persis kehalusan putarannya dengan ban normal ya.

Peringatan!

  • Gunakan Cara ini hanya untuk kebutuhan darurat saja.
  • Jangan menggunakan cara darurat ini dalam waktu yang lama.
  • Jangan gunakan ban darurat dengan kecepatan tinggi.
  • Jadi Segeralah ganti atau tambal ban setelah menemukan tukang tambal ban.

Terkadang kita tak sadar memakai motor dalam kondisi ban yang kurang angin dan baru akan sadar ketika ban sudah bocor,maka dari itu harus rutin mengontrol tekanan angin. Gunakan cara darurat dengan menekan permukaan ban menggunakan tangan,gunakan insting sobat jika dirasa kurang angin maka tambahlah, ada baiknya menggunakan angin nitrogen.

Lihat Artikel tentang Berbagai ukuran Tekanan Angin Ban: Kelebihan dan Kekurangannya

Harap tips ini digunakan secara bijak dengan tetap dalam kaidah Safety Riding. Jadi mari kita aman berkendara untuk anda dan sekitar anda. Artikel ini diperuntukkan buat driver ojol, baik gojek (gorride) maupun grabbike.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.