Sambil Kuliahan, Dapat Gaji Gojek 5 Jutaan, Simak Ceritanya!

By | 30 Oktober 2019

Gaji Gojek Kuliahan Sampai 5 Juta? keren banget ngga sih?Padahal anak yang harusnya fokus belajar saja di bangku kuliah, tetapi malah bisa juga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bukan hanya memenuhi pencapaian sehari-hari bahkan bisa buat menabung kawan. super sukali! Pasti ingin tahu kan bagaimana sepak terjangnya sampai bisa seperti ini, yuk lebih kita dalami ceritanya.

Gaji Gojek Kuliahan Sampai 5 Juta

Gaji Gojek Kuliahan Sampai 5 Juta

Sarjana Bukan Jaminan Sukses

Sekarang ini cari kerja sangat susah kawan. Teman-teman kita yang duluan lulus pun dengan gelar sarjana atau bahkan magister belum tentu bisa mendapat pekerjaan yang pantas buat mereka. Pantas disini berarti cukup dalam artian kesejahteraan.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa title menjadi penentu suksesnya kita di perusahaan atau area kerja kita setelah kita lulus nanti. Banyak juga dari teman-teman kita yang hanya tamatan SMA atau SMK tapi begitu gemilangnya hidup mereka dengan usaha-usaha yang digalakkan. Bisnis yang moncer, dan ekspansi yang luar biasa disana sini.

Lokasi Menentukan Prestasi

Tidak bisa dipungkiri bahwa dimana kita berada itu akan menentukan jadi apa kita nantinya. Bila kita berada di antara botol parfum, pasti kita juga akan berbau wangi seperti parfum-parfum tersebut.

Tetapi sebaliknya bila kita berada pada tumpukan sampah maka kita juga akan berbau tidak enak seperti sampah-sampah tersebut.

Tidak bermaksud rasis, tetapi memang tidak bisa dipungkiri bahwa pulau yang sudah padat penduduk / masyarakatnya seperti pulau jawa semakin besar pula persaingannya, sehingga sangat sulit mencari kerja disini. Berbeda dengan lokasi yang sedang dalam progres pengembangan seperti Kalimantan, dengan kondisi yang masih sepi disana sini, kesempatan kerjapun masih terbuka dengan lebar.

Masuknya Ojol Meningkatkan Pendapatan

ojol meningkatkan pendapatan

ojol meningkatkan pendapatan

Ojek online atau lebih dikenal sebagai Ojol baru mulai masuk di awal 2016. Di kota-kota besar cepat sekali perkembangannya, sedangkan untuk daerah diluar kota besar harus pelan-pelan bersabar menunggu teknologi ini masuk ke mereka.

Di Balikpapan sendiri job ini tergolong sudah ada dari dulu, secara konvensional, atau kita kenal dengan ojek pengkolan. Tetapi untuk masalah teknologi kota-kota besar di Kalimantan termasuk yang paling cepat menyerap teknologi baru. Kita ambil contoh di Balikpapan dan Samarinda, mulai dari warnet sampai smartphone cepat sekali berkembangnya disini.

Model handphone baru yang baru keluar saja H+1 sudah sering kita temui orang-orang sudah banyak yang menggunakannya. Belum lagi masalah teknologi seperti aplikasi Gojek ini.

Dengan masuknya ojol ini di seluruh Indonesia ternyata memberi masukan kontribusi sekitar 9,9T per tahunnya (data 2018). Nilai ini sendiri dari kontribusi oleh mitra pengemudi sebesar 8,2 T per tahun dan 1,7 T dari UMKM yang ada. Baca Juga : Penghasilan Gocar

Andi Perantau Dari Malang

Sebut saja Andi, dia adalah salah satu lulusan SMA negeri di kota Malang yang lagi bingung mencari universitas yang sesuai dengan passion nya. Andi adalah gambaran dari satu karakter orang yang berpikir selangkah maju kedepan, bukan hanya selangkah sepertinya, tapi berpuluh-puluh langkah.

Bukan hanya bertujuan mencari universitas yang sesuai passionnya, tetapi dia juga mencari peluang yang mudah untuk status setelah study yang dia lakukan. Andi berpikir bahwa setelah kuliah dia pasti akan mencari kerja, dimana yang mudah untuk mencari kerja itu?

dia benar-benar melakukan mapping sampai menemukan bahwa Balikpapan adalah sumber yang sangat cerah untuk kedepannya. Andi masuk di Balikpapan tepatnya pada tahun 2015, sangat tepat sekali saat teknologi online juga sedang gencar-gencarnya masuk ke berbagai kalangan.

Sempat Kehabisan Uang Jajan

kehabisan uang jajan

kehabisan uang jajan

Dalam tahun pertamanya kuliah Andi berjalan lancar-lancar saja, problem mulai masuk di tahun kedua atau sekitaran 2016.

Dimana uang jajan yang dipunya untuk menyambung hari-harinya sudah sangat menipis, dan juga Andi tipe orang yang kurang srek bila harus merepotkan orangtua terus. Biaya hidup di Balikpapan tidak murah kawan. Bila boleh dibandingkan mungkin sangat mirip dengan kondisi perekonomian di Jakarta.

Bayangkan di tahun 2016 itu untuk makan 1 porsi standart saja kita masih harus merogoh kocek sekitar 15.000 rupiah, tambah tahun tambah juga harganya. Beda pastinya bila kita bandingkan di jawa, di Malang misalnya. Rp. 5.000 saja kita sudah bisa makan 1 porsi nasi pecel lengkap dengan 1 gelas es teh.

Sisa uang yang Andi punya dia gunakan sebagai modal DP untuk membeli sepeda motor mio waktu itu, dia berencana menggunakan waktu luangnya untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah menggunakan sepeda mio tersebut.

Andi Kaget Dengan Pendapatan Bulan Pertama

Dengan modal uang terakhir sebagai DP motor mio nya, dia mulai menyusun agenda di luar waktu kuliah untuk menghasilkan uang tambahan. Keputusannya jatuh pada ojek online, Gojek tepatnya.

Dibulan pertama saat Andi melihat jumlah total uang yang diterimanya dari hasil ojek online setelah dipotong biaya operasional dia cukup terkejut. Dengan jam kerja rata-rata kisaran di 4 jam saja sehari pendapatannya bisa dibilang cukup lumayan, dia bisa mengantongi 2,6 Juta di bulan itu, bersih.

Dengan pendapatan bulan pertama yang cukup memotivasi ini Andi mulai tersenyum manis, dia berpikir keras kira-kira lokasi mana yang menjanjikan dan jam berapa dia harus sudah turun agar pendapatannya sesuai dengan yang diinginkannya.

Lebih Fokus 5 Juta Perbulan

Gaji Gojek Kuliahan Sampai 5 Juta itulah yang menjadi sasaran utama Andi, entah darimana nominal itu menjadi incarannya, tetapi dia yakin itu bisa. Melihat peluang yang begitu besar, terutama di daerah padat pengunjung seperti mall BSB (Balikpapan Super Block) menjadi poin nongkrong utama. Jam 14:00 wita setelah jam standart perkuliahan selesai Andi langsung melesatkan motornya untuk parkir di dekat area mall tersebut.

Memang sangat pas lokasi itu, tidak berselang lama penumpang pertama datang, walaupun hanya beberapa kilo saja orderannya tetapi sudah bisa mengantongi 30.000 sekali trip adalah hal yang lumayan. Di area itu hampir setiap jam Andi bisa memperoleh 2 sampai 4 penumpang.

Rata-rata sehari pendapatannya adalah 150.000 sampai 250.000. Terang saja dalam sebulan Andi bisa mengantongi jumlah rupiah yang benar-benar direncanakannya. Bulan ini tepatnya 5.165.000 menjadi pendapatan bulanannya. Itu pendapatan belum dilakukan dengan sungguh-sungguh dengan mengejar lokasi yang lebih oke lagi di peak season.

Andi Lulus S1 Dengan Mandiri

lulus sarjana

lulus sarjana

Dari hasilnya itu bisa mengahntarkan Andi memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Memenuhi kebutuhan dia dikampus dan juga masih ada sisa tabungannya yang dia alokasikan untuk planningnya kedepan yang lebih besar lagi. Andi bisa lulus S1 ini dengan mandiri, uang hasil jerih payahnya berbuah manis.

Sekarang dia bisa melanjutkan cara kerjanya dengan lebih profesional lagi. Andi masuk sebagai pekerja kantoran tetapi dia masih menggunakan sela-sela waktunya untuk menggeluti bidang ojek online, tetapi kali ini dengan sistem yang lebih baik lagi.

Dia fokus kepada Gocar dan menggunakan waktu senggang yang dia miliki setelah bekerja untuk mencari penumpang. Tidak sampai larut, bila dirasa sudah mendapat 2 sampai 4 orang saja dia sudah bisa mengakhiri orderannya dan bersiap untuk bekerja esok pagi. (Briqvan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.