2 Opsi Cara Ampuh Mengalahkan Fake GPS Grab Gojek 2019

Pengguna jasa antar berbasis aplikasi Grab semakin meningkat. Di tengah tengah euphoria ini, banyak mitra Grab yang mencoba jalan pintas untuk mendapatkan penghasilan lebih. Mereka memasang aplikasi fake GPS agar lebih sering mendapatkan order. Tentu saja, pilihan ini mendatangkan banyak kerugian. Untungnya, Grab telah menemukan cara mengalahkan fake GPS. Lalu, sejauh apa usaha yang sudah dilakukan?

Cara Mengalahkan Fake GPS Oleh Grab

Tak lama setelah peluncuran perdana Grab di Indonesia, managemen mendeteksi adanya kecurangan yang dilakukan oleh mitra drivernya sendiri. Hal ini dapat dilihat dari tingkat penghasilan yang tak masuk akal. Selain itu, banyak dari mitra driver “nakal” ini mampu mendapatkan bintang lima dalam setiap pelayanan. Seperti yang sudah diketahui, hal ini sangat sulit dicapai.

Cara jitu mengalahkan pengguna fake GPS grab dan gojek

Setelah melakukan penelusuran lebih jauh, manajemen menemukan aplikasi yang disebut dengan “Fake GPS”. Aplikasi ini memungkinkan si driver untuk mengambil order meskipun dia berada dalam jarak yang cukup jauh dari tempat si pelanggan memesan. Di antara para driver sendiri, aplikasi semacam ini diberi nama “aplikasi tuyul”. Apakah Grab bisakah melawan fake GPS ini?

Jawabannya, Bisa…

Langkah yang diambil oleh pihak Grab pun tak tanggung tanggung. Mereka melaporkan pelanggaran kode etik ini kepada pihak kepolisian. Setelah melayangkan pengaduan resmi, Grab bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mensosialisasikan tindak kejahatan dengan menggunakan fake GPS ini. Para mitra driver baru juga tak henti hentinya diperingatkan untuk tidak menggunakan aplikasi tersebut.

Baca juga:

Dalam sistemnya sendiri, Grab juga melakukan tindakan pembersihan. Banyak mitra driver yang tersaring dalam gerakan “anti tuyul”. Sebagai konsekuensi, akun driver nakal ini akan terblokir sementara. Untuk dapat menggunakan kembali akunnya, si driver harus melapor ke kantor Grab terdekat. Selanjutnya, mereka juga harus menghapus aplikasi fake GPS pada ponselnya.

Opsi 1: Lapisan Abstraksi Perangkat Keras

Sebagai salah satu cara melawan fake GPS, Grab terinspirasi dari sistem keamanan yang telah dilakukan oleh sebuah aplikasi obrolan asal Cina. Perangkat lunak ini disebut dengan lapisan abstraksi perangkat keras (Hardware Application Layer). Kegunaannya adalah mensikronisasi semua aplikasi yang ada pada ponsel dengan data asli milik si pengguna.

Dengan menyelipkan teknologi ini, maka si pemilik ponsel tak akan bisa menggunakan aplikasi untuk mengelabui aplikasi bawaan ponsel. Uniknya lagi, aplikasi ini dapat diatur sedemikian rupa dengan rumus pemograman khusus. Bagi perusahaan seperti Grab, tentunya pengaturan yang dimaksud dapat disesuaikan dengan beberapa aturan terkait penghargaan dan teguran yang berlaku bagi mitra driver.

Opsi 2: Layanan Berbasis Lokasi

Hal yang membuat fake GPS sangat merugikan adalah modifikasi lokasi yang mampu dilakukannya. Tanpa perlu berada pada lokasi tersebut, si mitra driver seolah olah berada disana. Parahnya lagi, para driver ayng sudah menunggu di area sekitar sering terlewat dari pelacakan sistem Grab. Akibatnya, mereka akan menunggu lebih lama lagi untuk mengambil pesanan pelanggan.

Untuk melumpuhkan fake GPS, cara sederhana yang mungkin bisa menjadi jalan keluar adalah layanan berbasis lokasi (Location Based Service). Layanan ini digunakan pada alat navigasi dan juga pesan singkat. Pada dasarnya, aplikasi Grab nantinya akan langsung tersambung ke sistem GPS yang ada pada ponsel. Dengan demikian, mitra driver tak dapat memalsukan lokasinya sendiri.

Update Aplikasi

Untuk saat ini, bagaimana cara melawan fake GPS? Pengguna aplikasi dapat membantu managemen dengan memperbaharui aplikasi. Sejak Grab secara resmi menyatakan perang terhadap fake GPS, sistem aplikasi secara perlahan diperbaharui untuk dapat mendeteksi pengguna fake GPS. Pengguna Grab dapat menuju pengaturan untuk mendapatkan aplikasi versi terbaru.

Terus update aplikasi driver ojek online anda

Selain driver yang akan mendapatkan teguran berupa pemblokiran akun, pelanggan akan mendapatkan keuntungan lain. Driver nakal ini tidak akan terdeteksi, sehingga pesanan pelanggan akan ditangkap oleh para mitra yang memang berada di sekitar lokasi. Dengan demikian, si pelanggan akan mendapatkan jaminan layanan cepat, sigap dan tanggap.

Laporkan Driver Pengguna Fake GPS

Pelanggan memiliki keterbatasan untuk melacak driver yang menggunakan fake GPS. Mereka hanya bisa mengajukan keluhan ketika driver yang ditunggu tak kunjung datang. Berbeda halnya dengan sesama mitra driver yang sering berkumpul bersama. Mungkin beberapa sudah saling mencurigai rekannya: bagaimana bisa dia mendapatkan pesanan dari tempat yang cukup jauh?

Jika hanya berdiam diri, si pelaku akan semakin leluasa melakukan kecurangan tersebut. Satu satunya cara untuk menghentikan mitra nakal ini adalah dengan melaporkan yang bersangkutan kepada managemen Grab. Jangan lupa untuk menyertakan bukti yang kuat. Kontribusi dari mitra driver akan sangat membantu untuk menciptakan layanan Grab yang sehat dan kondusif.

Kerugian Akibat Fake GPS

Jelas saja banyak pihak tidak setuju dengan adanya penggunaan fake GPS ini. Kejadian ini tak hanya merugikan mitra driver yang jujur dan pekerja keras, namun juga perusahaan Grab itu sendiri. Hanya dalam waktu tiga bulan saja, kerugian yang diakibatkan oleh fake GPS mencapai 600 juta rupiah. Tentu saja jumlah ini cukup mencengangkan dan memukul manajemen.

Banyak akibat dari menggunakan fake GPS

Terlebih lagi, banyak mitra driver yang harus merelakan upah harian dan bonus yang makin merosot. Persaingan tidak sehat semacam ini sudah melenceng dari tujuan perusahaan untuk mensejahterakan para mitra driver secara adil.

Siapa sangka jika memasang fake GPS sama saja melakukan tindak kejahatan? Para mitra driver yang berada dalam jarak dekat malah tidak mendapatkan pesanan. Mereka yang jauh bisa menangkap peluang tersebut. Melihat kejadian ini, Grab mengambil tindakan tegas untuk mitra driver nakal tersebut dan juga memperbaharui teknologi dalam aplikasinya. Menarik, bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.